Film ini sering dianggap sebagai kritik terhadap kekerasan seksual terhadap wanita, tetapi juga dipertanyakan karena pendekatannya yang tidak simpatik terhadap korban. Para kritikus membagi pendapat: ada yang melihatnya sebagai simbol kekuatan korban yang membalas ketimpangan struktural, sementara lainnya mengkritiknya karena menormalisasi kebrutalan.